{"id":18049,"date":"2020-07-16T12:53:01","date_gmt":"2020-07-16T02:53:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.aiya.org.au\/?p=18049"},"modified":"2021-07-10T12:11:10","modified_gmt":"2021-07-10T02:11:10","slug":"pantai-oetune-surga-tersembunyi-di-soe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/2020\/07\/16\/pantai-oetune-surga-tersembunyi-di-soe\/","title":{"rendered":"Pantai Oetune Surga Tersembunyi di Soe"},"content":{"rendered":"<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/IMG_6152-2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-18084 alignleft\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/IMG_6152-2-300x200.jpg\" alt=\"\" \/><\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">Versi bahasa Inggris klik di <a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/2020\/07\/oetune-beach-hidden-heaven-on-soe\/\">sini<\/a><\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Pantai merupakan salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi ketika akhir pekan dan liburan datang. Selain keindahan, pantai juga dapat dijadikan sebagai tempat berolahraga seperti volley pantai, menyelam, seluncur, arena permainan air dsb. Pantai Oetune merupakan salah satu pantai yang terdapat di Indonesia. Letak persisnya sekitar 70 km arah selatan kota Soe yang berada di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pantai ini walaupun sering dikunjungi oleh wisatawan namun masih begitu bersih dan terawat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">Waktu yang diperlukan untuk sampai ke tempat ini dari Kupang, dengan menggunakan motor adalah sekitar 2,5 jam. Perjalanan dari Kupang menuju Pantai Oetune ini dipermudah aksesnya dengan jalan antar kabupaten yang kondisinya sudah beraspal. <\/span><span style=\"font-size: 10pt;\">Akses jalan menuju pantai ini lumayan beragam. Mulai dari gang besar untuk menuju pantai ini, anda harus melewati jalan yang sedikit rusak dan berdebu. Hal ini dikarenakan kondisi jalan yang sering dilewati oleh kendaraan besar dengan muatan yang banyak, namun ini hanya sekitar beberapa kilometer saja. Selanjutnya, jalanan beraspal akan anda lalui sampai tempat tujuan. Hutan yang rimbun, bukit-bukit kecil serta sawah berhektar-hektar akan memanjakan mata anda sepanjang perjalanan menuju ke pantai Oetune.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/DSC_0278.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-18051 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/DSC_0278-300x200.jpg\" alt=\"\" \/><\/a> <a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/DSC_0281.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-18052 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/DSC_0281-300x200.jpg\" alt=\"\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Gapura besar yang berdiri kokoh dengan tulisan\u00a0<em>\u2018Selamat Datang di Taman Wisata Oetune Kabupaten Timor Tengah Selatan\u2019\u00a0<\/em>akan siap menyambut anda<em>.\u00a0<\/em>Pantai Oetune termasuk salah satu pantai selatan, selain pantai Kolbano yang letaknya sekitar kurang lebih 18 km dari pantai Oetune. <\/span><span style=\"font-size: 10pt;\">Pemerintah setempat yang bertugas mengelola pantai ini, membangun\u00a0<em>Lopo\u00a0<\/em>yaitu rumah khas daerah Timor yang beberapa sudah dimodifikasi dengan tambahan tembok setinggi lutut yang dibentuk melingkar yang berfungsi sebagai tempat duduk. Ada beberapa lopo yang dibangun di tempat ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-size: 10pt;\">Tentunya lopo ini memudahkan para pengunjung untuk beristirahat atau sekedar bersantai sambil memandangi pantai dari kejauhan. Sensasi menginjak pasir pantai sudah dapat anda rasakan bahkan ketika anda berada di sekitar lopo, walaupun air laut masih beberapa meter di depan. Sungguh pantai ini sangat berlimpah pasirnya.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/IMG_6136.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-18053 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/IMG_6136-300x200.jpg\" alt=\"\" \/><\/a> <a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/IMG_6128.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-18054 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/IMG_6128-300x200.jpg\" alt=\"\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">Pohon nira dan lontar juga menghiasi pemandangan di pantai ini. Pantai dengan gulungan ombak besar dan juga angin yang bertiup segar akan menjadi pelengkap untuk kunjungan ke tempat ini. Anda akan menemukan bukit-bukit pasir yang terbentuk dengan alami sepanjang daratan pantai ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">Air kelapa muda akan menjadi suguhan segar di tempat wisata ini. Bagi anda yang ingin berkunjung ke tempat ini disarankan untuk membawa bekal atau makanan sendiri. Hal ini dikarenakan, belum adanya tempat makan atau kios jajan di sekitar tempat wisata ini. Tentu saja, jika anda tidak ingin kembali lagi ke pusat kota hanya untuk membeli makan.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/DSC_0264.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-18061 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/DSC_0264-300x200.jpg\" alt=\"\" \/><\/a><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/DSC_0256.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-18060 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/DSC_0256-300x200.jpg\" alt=\"\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/DSC_0187-1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-18058 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/DSC_0187-1-300x200.jpg\" alt=\"\" \/><\/a><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/DSC_0158.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-18056 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/DSC_0158-300x200.jpg\" alt=\"\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">Tempat Wisata Pantai Oetune setiap tahun dikunjungi oleh masyarakat, baik dari dalam maupun mancanegara. Tentu saja semakin banyak kunjungan yang ada, maka akan menambah pemasukan bagi daerah itu sendiri. Oleh sebab itu, diharapkan tempat wisata ini dapat dikelola secara benar dan tepat akan menjadi aset yang luar biasa bagi Proivinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Kabupaten Timor Tengah Selatan.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Versi bahasa Inggris klik di sini Pantai merupakan salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi ketika akhir pekan dan liburan datang. Selain keindahan, pantai juga dapat dijadikan sebagai tempat berolahraga [&hellip;]<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/aiya.org.au\/id\/2020\/07\/16\/pantai-oetune-surga-tersembunyi-di-soe\/\" class=\"more-link style1-button\">Read More<\/a><\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[508],"tags":[],"class_list":["post-18049","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-blog"],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"3.0.2","language":"id","enabled_languages":["au","id"],"languages":{"au":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":false,"content":false,"excerpt":false}}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18049","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18049"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18049\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}