{"id":18236,"date":"2020-08-20T13:14:31","date_gmt":"2020-08-20T03:14:31","guid":{"rendered":"https:\/\/www.aiya.org.au\/?p=18236"},"modified":"2021-07-10T12:11:23","modified_gmt":"2021-07-10T02:11:23","slug":"wawancara-flexible-language-exchange-flex","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/2020\/08\/20\/wawancara-flexible-language-exchange-flex\/","title":{"rendered":"Wawancara Flexible Language Exchange (FLEX)"},"content":{"rendered":"<p><em><span style=\"font-size: 10pt;\">Versi bahasa Inggris, klik di <a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/id\/2020\/08\/flexible-language-exchange-flex-interview\/\">sini<\/a><\/span><\/em><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">Diterjemahkan oleh Lotte Troost &#8211; AIYA National&#8217;s Content Translator\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>Koordinator Operasional kami (Australia), Emily Heng, mewawancarai Acum. Dia seorang anggota AIYA. Acum diwawancarai tentang keterlibatannya di Flexible Language Exchange (FLEX) dan pendapatnya tentang peran pertukaran bahasa dalam memperkuat hubungan Australia-Indonesia.<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>E: Apakah bisa memperkenalkan diri?<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">A: Hi, nama saya Ahmad Ma\u2019shum. Kamu bisa memanggil saya dengan nama belakang saya, yaitu Acum. Saya mulai mengucapkan nama saya seperti ini ketika saya masih anak kecil. Saya adalah anggota AIYA Yogyakarta dan selama pandemi ini saya tinggal di Magelang bersama keluarga saya. Saya bekerja sebagai desainer kreatif dan saat ini saya sedang bekerja sebagai pekerja <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">freelance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/21199378_10203785281547978_6119211067108864689_o-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-18237 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/21199378_10203785281547978_6119211067108864689_o-1-300x231.jpg\" alt=\"\" width=\"397\" height=\"306\" \/><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ahmad Ma\u2019shum (Acum) di Melbourne<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>E: Bagaimana kamu terlibat dalam AIYA?<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-size: 10pt;\">A: Saya menemukan AIYA pada awal tahun 2017, setelah saya lulus dari RMIT University dan mulai mengikuti pertukaran bahasa mingguan AIYA Victoria pada awal tahun 2018, sebelum saya pulang ke Indonesia. Saya menganggap diri saya sebagai seorang yang cukup berdedikasi dan selalu menghadiri semua acara AIYA di daerah yang mana saya tinggal!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>E: Dengan kata-katamu sendiri, apakah kamu bisa menjelaskan apa itu FLEX?<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">A: FLEX adalah alternatif <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pertukaran bahasa yang diatur oleh AIYA, hampir di setiap chapter mereka. Selama pandemi ini, anggota AIYA dari seluruh dunia tetap bisa terhubung melalui FLEX. Anggota dapat berlatih bahasa Indonesia atau bahasa Inggris melalui konferensi audio atau video. FLEX adalah tempat untuk bertukar pengetahuan tentang budaya, keragaman dan bahasa. FLEX menjadi jembatan yang membangun hubungan antara dua negara, dua benua.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>E: Apa yang menginspirasi kamu untuk bergabung dengan FLEX?<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-size: 10pt;\">A: Saya pernah memutuskan untuk mengikuti FLEX karena saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bergabung bersama teman-teman saya, meskipun pandemi ini. Saya ingin tetap berhubungan bersama mereka, meski kami terpisah secara fisik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>E: Aktivitas dan <\/b><b><i>game<\/i><\/b><b> apa yang pernah kamu ikuti di FLEX?<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><span style=\"font-weight: 400;\">A: Saya suka mengikuti aktivitas dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> apa pun di FLEX. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> favorit saya di FLEX adalah Kahoot. Memainkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">game<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini sangat menyenangkan. Saya juga suka melibat dalam diskusi tentang isu-isu tertentu bersama anggota AIYA lainnya dan bertukar pengetahuan. Saat membicarakan makanan, saya biasanya memperhatikannya dengan penuh semangat!<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 10pt;\"><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/29495749_1635680369872175_3132031117364822016_o-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-18238 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/29495749_1635680369872175_3132031117364822016_o-1-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"425\" height=\"319\" \/><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">Acum mengikuti pertukaran bahasa mingguan AIYA Victoria pada tahun 2017<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>E: Apa manfaat FLEX bagi kamu?<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-size: 10pt;\">A: Saya telah belajar banyak hal melalui FLEX dan dapat berhubung kembali dengan teman AIYA lama dari Australia (Victoria). Melalui FLEX, saya belajar dan menemukan hal-hal yang saya tidak tahu sebelumnya seperti makanan tradisional dari pulau lain di Indonesia dan bahkan dari Australia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>E: Menurut kamu, apakah pertukaran bahasa berperan penting dalam memperkuat hubungan antara Australia dan Indonesia?<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-size: 10pt;\">A: Saya tentu berpikir begitu. Pertukaran bahasa memberikan pengaruh pada hubungan antara kedua negara. Tidak hanya dengan memperkuat berbagi budaya dan bahasa, tapi juga melalui diplomasi bilateral pemuda. Anggota AIYA mewakili pemuda \u201ckontemporer\u201d yang membenamkan dan mengabdikan diri untuk menyatukan perbedaan dan menjembatani dua budaya. Kami berbicara bahasa satu sama lain dan merangkul berbagai adat istiadat.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><b>E: Apakah kamu punya saran untuk anak muda Indonesia yang tertarik untuk melibat dalam hubungan Australia-Indonesia?<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; font-size: 10pt;\">A: Saya mendorong dan merekomendasikan anak muda Indonesia untuk mengikuti acara AIYA dan bergabung dengan AIYA. Bergabung dengan AIYA akan memperluas wawasan kamu dan memungkinkan kamu untuk mempelajari banyak hal tentang hubungan bilateral Australia-Indonesia!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bergabung dengan AIYA memungkinkan kamu untuk melibat dalam organisasi kaum muda dalam hubungan Australia-Indonesia. Untuk menjadi anggota AIYA, klik di <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/membership\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">sini<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Untuk menghadiri sesi FLEX mingguan kami, daftarlah untuk menjadi anggota AIYA, lalu buatlah akun di <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/www.universitybridgeproject.org\/\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Unibridge<\/span><\/i><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 10pt;\">Penyunting : Meylisa Sahan &#8211; AIYA\u2019s National Blog Editor<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Versi bahasa Inggris, klik di sini Diterjemahkan oleh Lotte Troost &#8211; AIYA National&#8217;s Content Translator\u00a0 Koordinator Operasional kami (Australia), Emily Heng, mewawancarai Acum. Dia seorang anggota AIYA. Acum diwawancarai tentang [&hellip;]<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/aiya.org.au\/id\/2020\/08\/20\/wawancara-flexible-language-exchange-flex\/\" class=\"more-link style1-button\">Read More<\/a><\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[507],"tags":[],"class_list":["post-18236","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-news"],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"3.0.0","language":"id","enabled_languages":["au","id"],"languages":{"au":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":false,"content":false,"excerpt":false}}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18236"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18236\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}