{"id":21443,"date":"2021-03-18T15:05:59","date_gmt":"2021-03-18T04:05:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.aiya.org.au\/?p=19764"},"modified":"2021-07-10T12:10:08","modified_gmt":"2021-07-10T02:10:08","slug":"what-we-misunderstand-about-masks","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/2021\/03\/18\/what-we-misunderstand-about-masks\/","title":{"rendered":"Apa yang Kita Salah Pahami Mengenai Masker"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Mask-01.03-By-Lita-scaled.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-19775 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Mask-01.03-By-Lita-1024x517.jpg\" alt=\"\" \/><\/a><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cApa gunanya memakai masker? Apakah mengosongkan kursi di tengah benar-benar bisa menyelamatkan nyawa? \u201d\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><b>Oleh: Fahry Slatter &#8211; AIYA National Blog Editor<\/b><\/p>\n<p>Diterjemahkan oleh Gabriella Pasya &#8211; AIYA National Translator<\/p>\n<p>Desain grafis oleh Lita &#8211; AIYA Graphic Design Officer, pengawasan oleh Vania &#8211; AIYA Communications Coordinator<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tampaknya ada banyak kebingungan seputar keefektifan masker dan bagaimana masker melindungi kita. Yang sama berbahayanya dengan penyebaran virus corona adalah penyebaran informasi yang salah, khususnya mengenai masker. Masyarakat mulai membentuk opini dan tebakan mereka sendiri, dengan mengandalkan <\/span><a href=\"https:\/\/www.suarasurabaya.net\/senggang\/2020\/adakah-efek-mengoleskan-minyak-kayu-putih-pada-masker\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">kepercayaan tradisional<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><a href=\"https:\/\/www.ayosemarang.com\/read\/2020\/09\/18\/63883\/kenapa-masker-scuba-dilarang-digunakan-ini-penjelasan-satgas-covid-19\"><span style=\"font-weight: 400;\">angan-angan.<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Beberapa bahkan telah membuang ide untuk memakai masker dan akan dengan cepat mengumpat pada orang pertama yang bahkan mengangkat topik tersebut. Namun, keputusan tidak dapat dibuat berdasarkan angan-angan, dan kepercayaan tradisional yang samar-samar, melainkan fakta dan apa yang telah kita pelajari dari penyakit sebelumnya. Mari selami dunia pemakaian masker.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk memahami masker, pertama-tama kita perlu memahami dua fakta penting, dan kemudian menggabungkan keduanya untuk memahaminya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><b><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/6-e1615532478311.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-19774 \" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/6-e1615532478311-1024x427.png\" alt=\"\" width=\"681\" height=\"284\" \/><\/a><\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Anda bersin, batuk, berbicara, atau bahkan sekadar bernapas, <\/span><a href=\"https:\/\/www.nist.gov\/blogs\/taking-measure\/my-stay-home-lab-shows-how-face-coverings-can-slow-spread-disease\"><span style=\"font-weight: 400;\">prosesnya mirip<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan saat Anda menembakkan pistol air. Anda melepaskan tetesan \/ partikel kecil air liur yang keluar dari mulut Anda, ke udara dan bergerak maju menuju target.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perhatikanlah orang pada gambar di bawah ini. Anda tidak dapat melihat ini dengan mata telanjang, tetapi dapat kita lihat bahwa bersin saja bisa mengeluarkan lebih banyak partikel saliva dari yang Anda kira. Proses visualnya mirip dengan pistol air yang menyemprotkan air ke segala tempat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Visualization-of-a-sneeze.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-19769 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Visualization-of-a-sneeze-300x169.png\" alt=\"\" width=\"348\" height=\"196\" \/><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\">Visualisasi keluaran bersin : Scharfman, B.E., Techet, A.H., Bush, J.W.M. et al.\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mulut Anda seperti moncong pistol air berisi amunisi yang merupakan air liur Anda, ditembakkan melalui bersin dan tetesan air liur ini ingin melepaskan diri dan mengenai sasaran. Namun, tahap selanjutnya menjadi lebih rumit. Tidak lama setelah virus mewabah secara internasional, tersiar kabar bahwa virus corona ternyata <\/span><a href=\"https:\/\/www.thelancet.com\/journals\/lanres\/article\/PIIS2213-2600(20)30514-2\/fulltext#:~:text=On%20Oct%205%2C%202020%2C%20the,the%20virus%20under%20certain%20circumstances.\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cditularkan melalui udara\u201d<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211; dan dari sini, situasinya berubah dari membingungkan menjadi lebih membingungkan lagi, dan dalam beberapa kasus orang mulai membentuk definisi mereka sendiri tentang apa artinya \u201cditularkan melalui udara\u201d.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Penularan melalui udara<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> mirip seperti <\/span><a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/coronavirus\/2019-ncov\/more\/scientific-brief-sars-cov-2.html#:~:text=Airborne%20transmission%20is%20infection%20spread,and%20time%20(typically%20hours).\"><span style=\"font-weight: 400;\">percikan kecil air<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang memantul dan bergerak ke mana-mana saat Anda menembak sesuatu dengan pistol air Anda. Percikan kecil air ini (bila terpisah dari percikan utamanya yang besar) menyebar dan pada akhirnya akan mendarat di permukaan benda, menyebabkan segala sesuatu di sekitarnya menjadi basah. Ini bisa berupa gagang pintu, pegangan tangan, tombol di lift, orang lain, dll. Kita sering berhubungan dengan benda-benda sehari-hari ini, sebagian besar secara tidak sadar, oleh karena itulah mengapa para ilmuwan dan profesional medis mendorong pepatah lama yang tak lekang oleh waktu &#8220;Cuci tanganmu&#8221;.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingat:<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Tidak harus bersin &#8211; bahkan berbicara atau hanya bernapas dapat mengeluarkan partikel dari mulut Anda.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/7.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-19776 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/7-1024x480.png\" alt=\"\" width=\"683\" height=\"320\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini bisa dibilang konsep yang paling sering disalahpahami dan penting dari virus corona. Berlawanan dengan kepercayaan populer, <\/span><a href=\"https:\/\/www.contagionlive.com\/view\/coronavirus-science-is-not-binary\"><span style=\"font-weight: 400;\">virus corona<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> sangat berkaitan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">viral load<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Seberapa sakit Anda, tergantung pada seberapa banyak Anda terpapar virus. Saat tumbuh dewasa, kita diarahkan untuk percaya bahwa kita hanya bisa sakit atau sehat, dan seberapa sakit kita tergantung pada berapa banyak pil minyak ikan yang kita telan di pagi hari yaitu seberapa baik sistem kekebalan Anda &#8211; tetapi untuk virus corona, penelitian menunjukkan sebaliknya . <\/span><a href=\"https:\/\/www.bmj.com\/content\/371\/bmj.m4763\"><span style=\"font-weight: 400;\">Studi <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">memberitahu kita bahwa seberapa buruk gejala tergantung pada seberapa banyak virus yang kita terima.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Screen-Shot-2021-03-06-at-8.52.53-AM.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-19765 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Screen-Shot-2021-03-06-at-8.52.53-AM-300x29.png\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"58\" \/><\/a><em><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam kata-kata para ilmuwan itu sendiri, Sumber: <\/span><a href=\"https:\/\/www.bmj.com\/content\/371\/bmj.m4763\"><span style=\"font-weight: 400;\">Burgess et. al (2020)<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><em><strong>Terjemahan<\/strong><\/em> : <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Viral load<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada pasien dengan covid-19 telah terbukti lebih tinggi pada pasien dengan penyakit yang lebih parah.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/5.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-19778 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/5-300x141.png\" alt=\"\" width=\"498\" height=\"234\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika Anda tertular virus, <\/span><a href=\"https:\/\/www.who.int\/docs\/default-source\/coronaviruse\/situation-reports\/20200402-sitrep-73-covid-19.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">3 hal dapat terjadi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">: Bisa saja menjadi fatal dan Anda mendapat gejala serius, atau Anda bisa mendapatkan gejala ringan, atau Anda bahkan bisa tidak mendapatkan gejala sama sekali (karenanya asimtomatik). <\/span><a href=\"https:\/\/www.medpagetoday.com\/infectiousdisease\/covid19\/88692\"><span style=\"font-weight: 400;\">Monica Gandhi, MD<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, menemukan bahwa seberapa parah gejala Anda tergantung pada seberapa banyak virus yang Anda dapatkan, yang disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">viral load<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika hanya sebagian kecil dari virus yang masuk ke tubuh Anda, kemungkinan besar Anda tidak akan mengalami gejala apa pun, dan tingkat keparahannya meningkat jika Anda terjangkit lebih banyak virus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam studi tahun 2020 pada hamster, <\/span><a href=\"https:\/\/www.pnas.org\/content\/117\/28\/16587\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masakai Imai et. al (2020)<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih lanjut membuktikan konsep ini, dan percobaan menunjukkan bahwa hamster yang disuntik dengan lebih sedikit virus menunjukkan gejala yang tidak terlalu parah dibandingkan hamster yang memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">viral load<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lebih besar. Kita telah mempelajari kasus ini sejak <\/span><a href=\"https:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/abs\/pii\/S1477893920300971?via%3Dihub\"><span style=\"font-weight: 400;\">virus MERS tahun 2012<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, oleh para ilmuwan di Timur Tengah, jadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">viral load<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bukanlah suatu hal baru.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, sekarang kita tahu bahwa mulut dan napas Anda menembakkan tetesan kecil ke udara yang terciprat ke mana-mana. Kita juga tahu bahwa semakin sedikit virus yang Anda dapatkan, semakin ringan penyakit yang Anda derita. Sekarang saatnya menyatukan kedua potongan teka-teki itu dan memahaminya.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Graphic-Title-cards.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-19779 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Graphic-Title-cards-1024x480.png\" alt=\"\" width=\"688\" height=\"322\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Anda mengenakan masker, momentum, jarak, dan jumlah partikel tetesan saliva yang keluar ke udara berubah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/unmasked-sneeze-vs-masked.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-19767 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/unmasked-sneeze-vs-masked-300x188.png\" alt=\"\" width=\"373\" height=\"234\" \/><\/a><em><span style=\"font-weight: 400;\">Amatilah : (Kiri) Pria tanpa masker bernapas \/ berbicara. (Kanan) Pria melakukan tindakan yang persis sama, tapi kali ini dengan masker. Sumber: M.Staymates \/ N. Hanacik (NIST)\u00a0<\/span><\/em><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.nist.gov\/blogs\/taking-measure\/my-stay-home-lab-shows-how-face-coverings-can-slow-spread-disease\"><span style=\"font-weight: 400;\">Perubahannya signifikan.<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> Anda dapat melihat bahwa nafas Anda bersama dengan partikel lain (kuman, bakteri, dan yang lebih penting, virus) sangat berkurang dan hanya mengelilingi sekitar mulut Anda. Masker menghalangi percikan air liur \/ virus di udara agar tidak menyebar ke luar. Mengenakan masker sama dengan memompa lebih sedikit daya ke pistol air Anda. Anda sangat mengurangi jumlah yang disemprotkan dan terlebih lagi, jarak yang ditempuh, sehingga percikan air tetap berada di dalam ruang fisik Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda sangat membatasi momentum dan juga jarak tempuh partikel di udara. Jadi, percikan Anda juga lebih kecil dan kecil kemungkinannya mengenai orang di sekitar Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b><i>\u201cSaya tidak sakit jadi tidak ada virus untuk dihembuskan, haruskah saya tetap memakai masker ?!\u201d\u00a0<\/i><\/b><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b><i>\u201cMeski dengan masker, lelaki itu masih mengeluarkan banyak kuman!\u201d<\/i><\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mari kita lihat kembali bagian kedua dari teka- teki ini: Semakin sedikit virus yang Anda dapatkan, semakin ringan penyakit yang Anda derita. Pada akhirnya, beberapa virus akan tetap <\/span><a href=\"https:\/\/www.optometrytimes.com\/view\/how-mask-antiviral-coatings-may-limit-covid-19-transmission\"><span style=\"font-weight: 400;\">keluar<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dari masker Anda, karena ukurannya terlalu kecil dan akan lolos &#8211; bahkan jika Anda memakai masker yang bagus, pasti beberapa akan lolos.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda berada di pihak penerima, mengenakan masker <a href=\"https:\/\/www.cdc.gov\/coronavirus\/2019-ncov\/more\/masking-science-sars-cov2.html\">akan menyaring dan menghalangi<\/a> sebagian besar tetesan air liur \/ virus memasuki mulut dan hidung Anda, seolah-olah masker adalah perisai. Dengan demikian, Anda mengurangi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">viral load<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang Anda terima, yang mengarah ke gejala yang tidak terlalu parah. Jadi, jika Anda adalah pihak penerima, Masker masih melindungi Anda. Tidak merasa sakit, tidaklah membebaskan Anda dari kewajiban untuk memakai masker, bahkan jika Anda tidak memiliki virus untuk diproyeksikan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, Anda melepaskan lebih sedikit virus dari mulut Anda dengan daya dan jarak yang lebih sedikit, dan Anda juga mendapatkan efek penyaringan dengan memakai masker, yang mengurangi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">viral load<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Anda. Sekarang, anggaplah semua orang memakai masker, ulangi siklus ini dengan semua orang di Bumi dan Anda dapat mulai melihat bagaimana hal itu bisa menyelamatkan nyawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Mengosongkan kursi tengah dan bagaimana hal tersebut\u2026\u2026.. tidak berpengaruh banyak<\/b><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Yan-Chen-e1615533129232.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-19768 aligncenter\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Yan-Chen-e1615533129232-300x223.png\" alt=\"\" width=\"435\" height=\"323\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Simulasi bagaimana kuman menyebar setelah satu kali batuk di dalam kabin pesawat, <\/span><a href=\"https:\/\/engineering.purdue.edu\/~yanchen\/paper\/2011-2.pdf\"><span style=\"font-weight: 400;\">Yan Chen<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, PhD Purdue University.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda menerapkan logika ini di area vital yang paling membutuhkan masker seperti elevator, pesawat terbang, dan ruang sesak lainnya, Anda dapat melihat bagaimana besar perubahan yang terjadi akibat penggunaan masker.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Simulasi di atas oleh Yan Chen, PhD,\u00a0 satu kali batuk yang dikombinasikan dengan pergerakan udara yang disebabkan oleh AC, lengan yang bergerak, orang yang lewat, dll dapat menyebarkan kuman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi dengan penggunaan masker, menurut Yan Chen sendiri <\/span><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=9Em0FSsI_VU&amp;t=76s\"><span style=\"font-weight: 400;\">akan sangat membantu<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> (Yan Chen, Purdue University), lagi-lagi karena kamu tidak menyemburkan cipratan saliva ke orang saat bersin \/ batuk. Meskipun Anda bersin atau batuk, orang-orang di sekitar Anda memiliki efek penyaringan sehingga mengurangi jumlah virus yang mereka terima.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><b>Haruskah Anda bersin di dalam masker, di tangan, atau di siku, atau bersin saja di udara terbuka?<\/b><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walaupun kedengarannya menjijikkan, cara paling aman untuk bersin adalah dengan <\/span><a href=\"https:\/\/www.nj.com\/news\/2020\/06\/coronavirus-question-if-i-feel-a-sneeze-coming-on-while-wearing-the-mask-do-i-just-sneeze-right-into-the-mask.html\"><span style=\"font-weight: 400;\">bersin ke dalam masker Anda<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, meskipun begitu cobalah juga untuk menghindarkannya dari orang lain sejauh mungkin. Air liur Anda sendiri tidak dapat menyakiti Anda. Sangat menggoda untuk menarik masker ke bawah dan bersin ke tangan atau siku Anda dan mencegah kontaminasi masker cantik milik Anda, tetapi bersin di dalam masker berpotensi menyelamatkan nyawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami masker itu sederhana &#8211; yang sulit adalah memerangi informasi yang salah dan terka-terkaan. Orang yang anti masker dan yang menyebarkan solusi mereka sebelum diverifikasi kemungkinan besar telah salah informasi. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>Mengenakan masker berpotensi menyelamatkan nyawa.<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cApa gunanya memakai masker? Apakah mengosongkan kursi di tengah benar-benar bisa menyelamatkan nyawa? \u201d\u00a0 Oleh: Fahry Slatter &#8211; AIYA National Blog Editor Diterjemahkan oleh Gabriella Pasya &#8211; AIYA National Translator [&hellip;]<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/aiya.org.au\/id\/2021\/03\/18\/what-we-misunderstand-about-masks\/\" class=\"more-link style1-button\">Read More<\/a><\/p>","protected":false},"author":35,"featured_media":19775,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[508],"tags":[],"class_list":["post-21443","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"3.0.2","language":"id","enabled_languages":["au","id"],"languages":{"au":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":true,"content":true,"excerpt":false}}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21443","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21443"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21443\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21443"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21443"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21443"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}