{"id":28697,"date":"2025-06-10T03:27:04","date_gmt":"2025-06-09T17:27:04","guid":{"rendered":"https:\/\/aiya.org.au\/?p=28697"},"modified":"2025-08-08T03:38:31","modified_gmt":"2025-08-07T17:38:31","slug":"our-first-indonesian-cultural-night","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/2025\/06\/10\/our-first-indonesian-cultural-night\/","title":{"rendered":"Malam Budaya Indonesia Pertama Kami"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Ditulis oleh Indah<\/em><br>Penyunting &amp; Penerjemah: Tri Nurmalina<\/p>\n\n\n\n<p>Klik <a href=\"https:\/\/aiya.org.au\/2025\/08\/08\/our-first-indonesian-cultural-night\/\">di sini<\/a> untuk versi Bahasa Inggrisnya!!<\/p>\n\n\n\n<p>Pada hari Jumat, 30 Mei 2025, kami dari AIYA South Australia (AIYA SA) mengadakan <em>Indonesian Cultural Night<\/em> pertama kami! Acara bulanan ini diselenggarakan bekerja sama dengan PPIA di University of Adelaide.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami menyajikan makanan Indonesia secara gratis, menayangkan film Indonesia, dan menyediakan berbagai permainan tradisional yang bisa dinikmati semua peserta. Acara ini gratis bagi anggota AIYA dan PPIA\u2014dan kami juga mengadakan promosi khusus: siapa pun yang mendaftar sebagai anggota sebelum tanggal 1 Juni bisa langsung bergabung dan mengikuti acara secara gratis!<\/p>\n\n\n\n<p>Dari pengalaman pribadi saya, malam itu terasa sangat istimewa\u2014terutama saat saya bermain permainan tradisional yang mengingatkan saya pada masa kecil. Rasanya sangat nostalgik. Saya bermain bersama tiga gadis Australia yang tampak sangat antusias untuk ikut serta. Selain bisa memperkenalkan budaya saya, acara ini juga menghubungkan saya kembali dengan kenangan manis masa kecil.<\/p>\n\n\n\n<p>Kami bermain <em>karet<\/em> dan <em>congklak<\/em> sambil berbicara dalam bahasa Indonesia! Ternyata mereka sudah belajar bahasa Indonesia sejak sekolah, dan mereka sangat bersemangat untuk mempraktikkannya bersama saya. Menyenangkan sekali melihat betapa terbukanya mereka dalam belajar dan berinteraksi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"439\" height=\"780\" src=\"https:\/\/aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/AIYA-SA.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-28698\" srcset=\"https:\/\/aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/AIYA-SA.jpg 439w, https:\/\/aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/AIYA-SA-169x300.jpg 169w, https:\/\/aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/AIYA-SA-28x50.jpg 28w, https:\/\/aiya.org.au\/wp-content\/uploads\/2025\/08\/AIYA-SA-50x89.jpg 50w\" sizes=\"auto, (max-width: 439px) 100vw, 439px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Lebih dari sekadar makanan dan permainan, acara ini juga menjadi ajang untuk saling mengenal. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berjejaring, berkenalan, dan berbincang dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Saya sendiri berbicara dengan beberapa orang yang baru saya temui malam itu\u2014dan terasa sekali bahwa acara ini memberi ruang bagi terciptanya percakapan dan pertemanan yang bermakna antara pemuda Indonesia dan Australia.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada akhirnya, acara ini bukan hanya soal budaya. Ini tentang berbagi, terhubung, dan saling belajar dalam suasana yang menyenangkan dan terbuka. Kami sangat antusias untuk melanjutkan acara ini setiap bulan, dan tak sabar melihat lebih banyak pertukaran budaya dan koneksi yang terjalin ke depannya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditulis oleh IndahPenyunting &amp; Penerjemah: Tri Nurmalina Klik di sini untuk versi Bahasa Inggrisnya!! Pada hari Jumat, 30 Mei 2025, kami dari AIYA South Australia (AIYA SA) mengadakan Indonesian Cultural [&hellip;]<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/aiya.org.au\/id\/2025\/06\/10\/our-first-indonesian-cultural-night\/\" class=\"more-link style1-button\">Read More<\/a><\/p>","protected":false},"author":33,"featured_media":28698,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[508],"tags":[11377,16702,16703],"class_list":["post-28697","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-aiyablog","tag-aiyablog-aiyasouthaustralia-learningindonesian","tag-aiyachaptersa"],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"3.0.2","language":"id","enabled_languages":["au","id"],"languages":{"au":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":false,"content":false,"excerpt":false}}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28697","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/33"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28697"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28697\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28701,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28697\/revisions\/28701"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}