{"id":8251,"date":"2016-12-09T02:23:19","date_gmt":"2016-12-08T15:23:19","guid":{"rendered":"http:\/\/www.aiya.org.au\/?p=8251"},"modified":"2021-07-10T12:46:11","modified_gmt":"2021-07-10T02:46:11","slug":"kesalahan-kecil-dalam-bahasa-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/2016\/12\/09\/kesalahan-kecil-dalam-bahasa-indonesia\/","title":{"rendered":"Kesalahan Kecil dalam Bahasa Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Tim Flicker, lulusan program <a href=\"http:\/\/www.acicis.edu.au\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ACICIS<\/a>, hari ini memberikan berbagai pengalaman yang mengejutkan sewaktu dia ikut program ACICIS di Yogyakarta, Indonesia, dan menganjurkan pula sarannya mempelajari bahasa Indonesia yang sering dapat menantang itu.<\/p>\n<p>Banyak orang beranggapan bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa yang mudah dipelajari. Namun, para pengguna harus berhati-hati, karena kadang-kadang kesalahan yang kecil saja bisa mengubah\u00a0arti kalimat\u00a0menjadi\u00a0sangat berbeda. Yang berikut ini adalah baik beberapa kesalahan fatal yang pernah saya alami sendiri, maupun pengalaman dari beberapa teman saya yang pernah saya dengar.<\/p>\n<h2>&#8216;Bonceng&#8217; dan &#8216;Bencong&#8217;<\/h2>\n<p>Dulu saya mengambil program ACICIS dan tinggal di Yogyakarta. Suatu malam, setelah saya sudah tinggal sealama beberapa bulan di sana, saya pergi ke konser jazz dengan beberapa teman. Ada teman yang ikut, lalu bertanya kepada saya, \u201cKamu sama siapa ke sini, Tim?\u201d Saya menjawab, \u201cAku bencong sama Melia\u201d, padahal yang saya maksudkan adalah \u201cAku bonceng sama Melia.\u201d Sebelum sadar akan kesalahan saya, semua orang tertawa.<\/p>\n<h2>&#8216;Kedelai&#8217; dan &#8216;Keledai&#8217;<\/h2>\n<p>Nah, ini yang masih membuat saya bingung. Sebetulnya saya ingin minum susu <strong>kedelai<\/strong> atau susu <strong>keledai<\/strong>? Mungkin contoh yang bagus adalah ini: seekor\u00a0<strong>keledai<\/strong> makan tempe, sedangkan <strong>kedelai<\/strong> adalah bahan utama dalam pembuatan tempe. Kata-kata yang mirip seperti ini adalah suatu hal yang harus kita perhatikan waktu belajar bahasa Indonesia.<\/p>\n<div id=\"attachment_8254\" style=\"width: 962px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Tim-Flicker-image.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-8254\" class=\"wp-image-8254 size-full\" src=\"http:\/\/34.101.188.30\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Tim-Flicker-image.jpg\" alt=\"tim-flicker-image\" width=\"952\" height=\"636\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-8254\" class=\"wp-caption-text\">Tim saat berbahagia bersama teman-teman di Indonesia. Foto: Tim Flicker<\/p><\/div>\n<h2>&#8216;Mencintai&#8217; dan &#8216;Bercinta&#8217;<\/h2>\n<p>Salah satu hal lagi yang susah dalam bahasa Indonesia adalah imbuhan. Saya sebagai penutur asing mempelajari imbuhan di sekolah, dan sudah sadar bahwa setiap imbuhan mempunyai makna tersendiri. Salah satu contoh adalah imbuhan ber- dan me- yang mengubah sebuah kata benda atau sifat menjadi kata kerja. Namun, selalu ada pengecualian yang sering kali membuat saya bingung.<\/p>\n<p>Contohnya, dulu saya pernah mendengar cerita dari orang yang ingin berkata, \u201cSaya mencintai sepak bola\u201d, tetapi yang dia katakan adalah \u201cSaya bercinta sepak bola.\u201d Pastilah orang ini tidak ingin \u201cmenghabiskan malam indah\u201d bersama sepak bola, tetapi menunjukan apresisasinya atau kesukaannya bermain sepak bola.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">~<\/p>\n<p>Sebenarnya kesalahan-kesalahan tadi tidak merupakan hal-hal yang fatal, tetapi malah membuat hubungan dengan teman-teman Indonesia lebih akrab. Kita bisa saling belajar dan tertawa bersama. Barangkali, yang harus dipelajari di sekolah adalah ungkapan \u201cMaaf jika ada kekurangan atau jika saya membuat kesalahan.\u201d Kita harus mencoba terus sampai berhasil supaya diingati bahwa\u00a0<strong>kegagalan adalah kesusksesan yang tertunda<\/strong>.<\/p>\n<p><em>Apa Anda seorang mahasiswa Australia yang juga ingin menelusuri dunia Indonesia? Ayolah mendapat informasi yang lebih lengkap mengenai program ACICIS <a href=\"http:\/\/www.acicis.edu.au\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">di sini<\/a>.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tim Flicker, lulusan program ACICIS, hari ini memberikan berbagai pengalaman yang mengejutkan sewaktu dia ikut program ACICIS di Yogyakarta, Indonesia, dan menganjurkan pula sarannya mempelajari bahasa Indonesia yang sering dapat [&hellip;]<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/aiya.org.au\/id\/2016\/12\/09\/kesalahan-kecil-dalam-bahasa-indonesia\/\" class=\"more-link style1-button\">Read More<\/a><\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":23090,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[508],"tags":[],"class_list":["post-8251","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"translation":{"provider":"WPGlobus","version":"3.0.2","language":"id","enabled_languages":["au","id"],"languages":{"au":{"title":true,"content":true,"excerpt":false},"id":{"title":true,"content":true,"excerpt":false}}},"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8251","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8251"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8251\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23090"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8251"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8251"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aiya.org.au\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8251"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}